The true love

Pasti dari kecil sahabat pernah mendengar kasih “agape, eros, filia, dan storge”. Itu adalah bahasa Yunani, jika di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sama-sama berarti cinta atau kasih tetapi dalam bahasa aslinya sendiri (Yunani) memiliki arti yang berbeda.
Kasih eros, itulah cinta yang terkenal dialamioleh anak muda, soalnya pada masa mudalah mulai timbul ketertarikan terhadap lawan jenis. Namun, kasih ini berorientasi pada kasih secara seksual atau birahi. Kasih ini menuntut kenikmatan seksual dari lawan jenisnya. Kasih ini jika tidak dapat dikendalikan dapat memicu perzinahan yang merusak nilai moral dari anak-anak Tuhan.
Kasih filia, kasih ini muncul pada saat anda dekat dengan seseorang, entah itu kenalan, teman atau pun sahabat. Kasih ini berorientasi pada orang yang kita kenal. Memang baik jika kita mengasihi teman atau sahabat kita. Namun Tuhan Yesus berfirman bahwa kita juga harus mengasihi musuh kita (band Matius 5:44).
Kasih storge, kasih ini adalah kasih yang timbul dari hubungan orang tua dan anaknya.
Kasih agape, inilah kasih yang sejati. Kasih yang tidak menuntut balas budi. Kasih yang tak memandang siapa pun yang harus di kasihi. Kasih inilah yang dibicarakan oleh Tuhan Yesus tentang orang samaria murah hari yang menolong seorang yahudi padahal dari kaum yahudi sendiri sangat membenci dan merendahkan orang samaria (Lukas 10:25-37). Bukan hanya itu, Yesus juga mempraktekkan bagaimana melakukan kasih itu, yaitu dengan mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia (band Yoh 3:16). Seberdosa apapun manusia, asal kita mau percaya kepada-Nya, Ia tetap akan menerima kita.
Kasih eros, filia, dan storge. Ketiga kasih itu memang sudah secara natural ada dalam insting kedagingan manusia. Kasih eros merupakan salah satu cara bertahan mahluk hidup dengan cara menimbulkan daya tarik lawan jenis untuk bereproduksi. Kasih storge pun demikian, dengan adanya kasih sayang dari orang tua kepada anak, memungkinkan orang tua untuk lebih merawat anaknya sehingga anaknya tersebut bisa bertumbuh dengan baik, bahkan hewan pun memiliki kasih tersebut, bayangkan saja misalkan jika kasih storge tidak ada, induk singa pasti akan menyantap anaknya begitu lahir.
Namun, dari semua kasih itu kita harus ingat akan kasih yang utama, kasih yang membedakan kita yang hidup oleh Roh Allah, dengan orang-orang yang masih hidup dalam kedagingan. Kasih itu ialah kasih AGAPE.

Film Life of Pi

Life of Pi (1)Life of pi, itu adalah judul film yang saya tonton beberapa hari yang lalu. Menarik dan lumayan inspiratif. Karena di tayangkan di televisi, saya tidak menontonnya semua film itu dari awal sampai akhir dengan lengkap. Tapi saya mendapatkan pelajaran dari film tersebut.

Awal film tersebut saya melihat seorang anak muda yang berada di sebuah sekoci, perkiraan saya kapal anak muda tersebut baru saja karam sehingga dia berada di sebuah sekoci. Selain dia yang ada di sekoci tersebut, terdapat pula seekor kera, hyena, zebra,  tikus dan yang paling mengerikan adalah seekor harimau.

Selama di sekoci ia banyak mengalami kesulitan dalam bertahan hidup, selain ia harus menghindari dari terkaman harimau, ia juga harus bertahan dari badai yang berada di lautan.

life of pi tiger on the boat

Setiap ada bahaya yang mendatanginya, selalu saja ia selamat, itu membuatnya bersyukur kepada Tuhan. Meskipun begitu saat tantangan bahaya yang begitu kuat mendatanginya, ia terkadang pula menghujat Tuhan. Ia merasa dipermainkan oleh Tuhan.

life-of-pi-mexico-shore

Singkatnya, pada akhir film ini ia selamat, dan ia menyadari bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkannya sedetik pun. Tuhan hanya seakan-akan tidak bersamanya, tapi sebenarnya Ia tetap memperhatikan anak muda tersebut.

Cerita film ini mirip dengan perjalanan hidup saya, khususnya hubungan saya dengan Tuhan. Saat saya mendapatkan sesuatu yang baik dan merasa damai dalam hidup saya, saya yakin bahwa Tuhan ada bersama dan memperhatikan saya. Namun, saat saya baru berbuat dosa, mendapatkan kesialan, emosi  yang tidak stabil, dan seakan-akan diacuhkan dari lingkungan sosial. Saya merasa ragu apakah Tuhan masih memperhatikan saya. Apakah Ia meninggalkan saya. Mengapa saya tidak merasa kedamaian Tuhan.

Kemudian saya menyadari itu hanya perasaan saya saja atau mungkin itu adalah tipu daya iblis. Tuhan selalu menyertai kita, walaupun kita menghianatiNya Ia tetap setia menunggu kita untuk berbalik kepadaNya.

Kata Yesus pada Matius 28: 19b “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Tuhan tak pernah tinggalkan kita. GBU

Apa yang anda lakukan jika hidup anda hanya 2 bulan? belajarlah kepada semut

Solenopsis invictaKetika saya membuka alkitab saya, tampaklah sebuah pembatas alkitab. Saya mendapatkannya dari anak sekolah minggu yang biasa membagikannya di pintu gereja. Di situ tertulis ayat alkitab yang menautkan pada kitab Amsal 6:6. Yang berbunyi: “HAI PEMALAS, PERGILAH KEPADA SEMUT, PERHATIKANLAH LAKUNYA DAN JADILAH BIJAK”

Saya cukup tertarik dengan hewankecil ini, sehingga saya googling di internet tentang mereka.
Jika dibandingkan dari segi kecerdasan, memang semut kalah jauh dari manusia. Tetapi banyak yang kita bisa pelajari hewan kecil ini. Salah satunya adalah bagaimana mereka bisa memanfaatkan waktu hidup mereka secara efisien.
Dari sumber yang saya dapat, jangka waktu hidup semut normalnya 2 bulan, itu adalah waktu yang sangat singkat untuk memandang dunia ini. Yang membuat saya tertarik dengan hewan kecil ini adalah bagaimana mereka terus bekerja siang malam tanpa henti hingga mereka mati.

Umur bukanlah alasan bagi mereka untuk tidak bisa berkarya. Mereka tidak mau melewatkan sedetik pun waktu dalam hidup mereka untuk bermalas-malasan.

Mereka menghasilkan karya yang mengagumkan.

rumah semut musamus

Malnutrisi Rohani

Originally posted on Saat Teduh:

– Diambil dari bacaan e-RH (www.renunganharian.net), EDISI 14 Oktober 2013 -

Baca: 2 Timotius 3:10-17
Ayat Mas: Seluruh Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)
Bacaan Alkitab Setahun: Markus 4-5

Konsep makanan bergizi empat sehat lima sempurna dikenal luas di negeri ini. Sayangnya, belum seluruh warga masyarakat menerapkannya. Ada yang terbentur keterbasan ekonomi sehingga tidak mampu memperoleh bahan makanan yang memadai. Ada pula yang tahu dan mampu mendapatkan makanan bergizi, namun mengabaikannya dan makan secara sembrono.

View original 168 more words

Kick ass – nilai dari sebuah film

kick ass poster

Film kick ass adalah film tahun 2010 yang menceritakan seorang pemuda yang biasa-biasa saja (bisa dibilang payah), yang ingin berubah menjadi seorang pahlawan super. Kemudian dia membeli kostum pahlawan super. Singkat cerita, pemuda tersebut menyadari bahwa seseorang dikatakan pahlawan bukanlah karena kostum ataupun gayanya, melainkan karena jasa atas aksi heroik yang dilakukannya.

[Gambar] Perbedaan ospek di Indonesia dan luar negeri

Kali ini saya memposting gambar-gambar ospek yang ada di negeri kita Indonesia dan ospek di luar negeri atau yang biasa disebut orintation day. Saya memposting gambar-gambar ini adalah karena mayoritas ospek yang ada di Indonesia dilakukan tidak sesuai dengan tujuannnya dan maraknya kasus pembully-an oleh senior kepada junior yang berakibat tewas. Ospek di Indonesia banyak dilatarbelakangi oleh balas dendam antar angkatan. Saya berharap gambar-gambar ini dapat menyadarkan para senior dalam kemahasiswaan agar bertindak dewasa dalam mendidik junior tanpa dilatarbelakangi oleh balas dendam, dan jangan sampai perploncoan menjadi tradisi dalam dunia kampus yang ada di Indonesia. Coba lihat saja di perbedaan ospek tiap negara di wikipedia, hanya Indonesia saja yang mendidiknya dengan perploncoan. Baca lebih lanjut

Saya bukan aneh tetapi unik

Pernahkan anda merasa ­­mempunya sesuatu yang lain dari diri anda jika dibandingkan dengan orang lain? Atau pernahkah anda merasa paling aneh  dari teman-teman anda?

Setiap manusia di dunia mempunyai bakat, kepribadian, dan ciri khas yang berbeda-beda, tergantung talenta yang diberikan Tuhan. Mungkin itu berupa warna kulit dan rambut, sifat, bakat, dan lain-lain. Hal inilah yang membuat keanekaragaman dalam kehidupan sosial manusia. Dalam keanekaragaman tersebut pasti ada satu karakter yang menjadi mayoritas. Karakter yang menjadi mayoritas tersebut akan menjadikan patokan kewajaran dalam kehidupan sosial contohnya saja orang bertangan kidal akan dianggap aneh oleh orang orang bertangan tidak kidal sehingga muncul anggapan dalam masyarakat bahwa orang bertangan kidal “tidak normal (aneh)” dan orang bertangan tidak kidal “normal”.

Saya juga pernah mengalami hal semacam ini. Saya adalah seorang yang berkepribadian introvert, apa itu introvert? Cari sendiri di google. Kepribadian ini membuat saya suka menyendiri dan memilih diam saat berada di keramaian. Dari SD teman-teman saya mencap saya sebagai pendiam dan mungkin saja mereka melihat saya sebagai orang yang aneh soalnya saya sering terlihat diam saat berada di kelas, bahkan salah satu teman SMA saya pernah berkata kalau saya adalah pendengar sejati.

Saya berusaha untuk menjadi orang yang ekstrovert yang merupakan kepribadian mayoritas banyak orang. Semakin saya mencoba untuk menjadi ekstrovert, semakin saya merasa tidak nyaman dan akhirnya saya berhenti melakukannya. Tapi itu membuat saya seperti orang yang aneh dari kebanyakan orang dan membuat kepercayaan diri saya menurun saat bersosialisasi.

Setelah saya dewasa, saya menyadari akan keintrovert-an saya dan saya mencari tahu, ternyata introvert bukanlah sesuatu yang aneh, mungkin orang akan menganggap introvert adalah sesuatu yang aneh karena introvert adalah kepribadian minoritas di dunia, bahkan saya pernah membaca, budaya barat khususnya di Amerika orang introvert dianggap mengalami gangguan sosial.

Akhirnya saya menyadari bahwa kepribadian saya tersebut adalah normal. Jika sebelumnya saya menganggap diri saya aneh, sekarang malah sebaliknya saya merasa bangga. Baik introvert maupun ekstrovert punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tidak ada yang salah dari talenta yang diberikan Tuhan kepada kita, jika talenta kita terlihat berbeda dari kebanyakan orang, kita bukan aneh tapi UNIK.

Bersyukurlah dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita. Jika anda mempunyai bakat dalam bidang akademis jangan hanya terlihat keren malah memaksakan diri untuk menjadi olahragawan atau sebaliknya. Itu hanya membuat anda tidak nyaman atau malah tidak berprestasi.