Apakah kasih Kristus itu dan bagaimanakah kita meneladaninya?

Pertama-tama, tujuan saya membuat artikel ini adalah sebagai kritik saya terhadap pemahaman anak-anak Tuhan mengenai kasih Kristus yang kurang tepat.

Apakah kasih Kristus itu? Bagaimanakah menunjukannya? Saya yakin banyak orang Kristen akan menjawab menunjukkan kasih Kristus itu dengan menolong sahabat, membantu orang miskin, mengunjungi orang sakit, dan semacamnya. Yap, semuanya itu benar, seperti yang tertulis dalam Lukas 25:31-46.

Tapi coba anda lihat gambar-gambar di bawah ini.

 

 

 

 

Images from Non-profit Workshop with Gift of the Givers, Cape Town, South Africa, June 2013. © Charles O. Cecil

 

 

 

 

 

Ternyata semua agama dan orang di tingkat kerohanian apapun bisa berbuat hal-hal tersebut, bahkan seekor binatang pun pasti mengasihi anaknya. Lalu timbul pertanyaan, apakah kelebihan kita sebagai pengikut Kristus dalam hal mengasihi? Apakah orang Kristen sama saja dengan agama lain dalam hal mengasihi? Tentu saja tidak.

Mari kita lihat apa yang Tuhan ajarkan mengenai kasih dalam firman-Nya.

Roma 5:8. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Roma 5:10. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya.

Roma 5:44-45. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Roma 5:46-47. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian?

Roma 12:14. Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!

Sebelum manusia bertobat dari dosa-dosanya, di dalam kasih-Nya, Allah telah merancangkan keselamatan bagi manusia yang statusnya adalah musuh-Nya (Roma 5:8). Allah menggenapi itu di dalam karya salib Kristus. Inilah kasih Allah yang sejati, kasih yang diberikan kepada manusia yang masih menjadi musuh Allah. Bukan karena perbuatan baik kita diselamatkan, namun karena kasih karunia Allah semata.

Kasih yang diteladankan oleh Kristus adalah kasih kepada orang lain yang bahkan itu adalah orang yang sangat memedihkan hati kita. Itulah kasih agape, kasih tulus yang mengherankan dari Allah. Inilah kasih yang sulit dilakukan oleh orang yang belum mengenal Kristus yang sejati. Banyak orang bisa saja berbuat kasih kepada keluarganya, kekasihnya, sahabatnya, ataupun orang yang berkekurangan/miskin. Namun kepada orang yang dibenci itu adalah hal yang sulit. Inilah yang membedakan pengikut Kristus dan yang bukan. Jadi, seorang murid Kristus yang sejati bukan hanya sebatas mampu mengasihi seseorang karena seseorang tersebut baik kepadanya tetapi juga mampu mengasihi seseorang yang membencinya.

Matius 18:21-22. Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

Kita sudah mengerti apa yang firman Tuhan ajarkan mengenai kasih Kristus. Yang menjadi perenungan adalah siapakah orang yang anda benci atau memedihkan dalam hidup anda? Dan apakah anda sudah mengampuninya berdasarkan kasih Kristus?

 

1 Yohanes 4:7-8

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Lukas 19:1-10

Pada waktu Yesus memasuki Yerikho, Zakheus berniat untuk melihat-Nya. Zakheus berusaha dengan berlari mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara. Ketika Yesus melihat bahwa Zakheus ada di atas pohon ara, Yesus menyuruhnya turun, dan mengatakan bahwa diri-Nya akan menumpang di rumah Zakheus. Tetapi orang lain bersungut-sungut karena Yesus menumpang di rumah orang yang dikenal berdosa. Dan Yesus berkata bahwa terjadi keselamatan pada rumah Zakheus karena Zakheus adalah anak Abraham (ia termasuk orang yang berhak menerima janji Allah kepada Abraham karena ia percaya kepada Yesus Kristus, bandingkan roma 3:26).
Ia mengatakan bahwa Ia datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.
Kita tak perlu takut untuk datang kepada Tuhan karena dosa kita, seperti yang dilakukan oleh Zakheus, sebab Ia datang untuk mencari dan menyelamatkan orang yang berdosa. Lagi pula,  bagaimana mungkin ada penyelamatan tanpa pertolongan Tuhan?
Yang kita lakukan adalah menerima Tuhan sebagai juruselamat dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya. Penyerahan hidup artinya menyerahkan seluruh aspek kehidupan kepada Tuhan untuk dibentuk sesuai keinginan Tuhan dan dipakai oleh-Nya.
Hal lain yang saya dapat bahwa kita harus memiliki kerendahan hati seperti Yesus, sekalipun Ia adalah Tuhan yang Maha suci (yang tahta-Nya di surga). Ia mau tinggal serumah dengan orang berdosa, dengan cara seperti itu, orang yang kita injili bisa menerima kabar baik yang kita sampaikan.

Kenikmatan dunia yang ternyata sangat sebentar

Saya melihat banyak orang yang tidak mau ketinggalan dengan setiap kenikmatan  duniawi setiap masa hidupnya. Terutama adalah anak muda, yang memanfaatkan waktu mudanya untuk bersenang-senang (mencari pleasure).

Pada tulisan ini, saya akan membukakan bahwa pada hakikatnya kenikmatan duniawi hanya sebentar.

Misalkan saja umur anda adalah 80 tahun. Dari sudut pandang duniawi itu adalah umur yg lumayan panjang. Dalam pola pikir orang duniawi: “waktu di dunia adalah kesempatan untuk bersenang-senang, biar saja setiap dosa terjadi pada saat menikmati kenikamatan duniawi tersebut, yang penting fun, tidak apa-apa tidak masuk surga, yang penting hidup dengan penuh kenikmatan di dunia, puaskan kenikmatan hidup sebelum mati.”

Benarkah 80 tahun adalah waktu yang lama untuk bersenang-senang?

Misalkan saja jarak rumah anda ke kampus atau tempat kerja adalah 20 KM. Bukankah itu adalah jarak yang sangat jauh?

Sangat jauh?? Bagaimanakah dengan jarak rumah anda ke bulan? Atau bagaimana jarak rumah anda bintang, bukankah lebih jauh lagi? Ternyata jarak 20 KM sangat dekat dibandingkan dengan jarak-jarak tersebut.

Begitu pun dengan umur anda yang HANYA 80 TAHUN, itu adalah sangat singkat dibandingkan dengan kehidupan KEKAL di dalam Yesus Kristus.

Mengikut Yesus dan hidup menderita di dunia karena-Nya, jauh lebih berharga dibandingkan dengan kenikmatan duniawi yang hanya sebentar. Karena sekalipun menderita, ada jaminan kehidupan kekal di surga bersama-Nya.

 

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. (Filipi 3:8)

 

Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. (Ibrani 12:16-17)

Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.  (1 Petrus 5:10)

Semoga memberkati. Syalom..

 

Tetap memandang pengampunan Tuhan

Berdasarkan Matius 18:21-35
Sebagai seorang Kristen, kita percaya bahwa dengan beriman kepada Kristus, dosa-dosa kita diampuni.Tuhan telah mengampuni dosa-dosa kita, yang mana lebih lebih besar daripada kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh sesama kita. Oleh sebab itu, kita juga harus mengampuni kesalahan sesama kita.
Permasalahannya, terkadang kita sulit mengampuni kesalahan sesama karena saking besarnya kesalahan tersebut.
Dengan memandang kesalahan sesama, memang sulit untuk melepaskan pengampunan. Tetapi jika kita MEMANDANG KEAMPUNAN YANG TUHAN BERIKAN, kita akan mudah melepaskan keampunan tersebut.
“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” Yesus berkata kepadanya: “BUKAN! AKU BERKATA KEPADAMU: BUKAN SAMPAI TUJUH KALI, MELAINKAN SAMPAI TUJUH PULUH KALI TUJUH KALI. –Mat 18:21b-22

shalom, semoga memberkati

Cara Iblis menjatuhkan orang percaya: seperti singa

Biasanya, hewan di alam liar hidup dengan cara berkelompok. Hal ini bertujuan agar hewan tersebut dapat saling menjaga satu sama lain. Terutama hewan yang biasanya menjadi santapan hewan karnivora. Misalnya gajah dan wildebeest.


Salah satu karnivora yang ditakuti di alam liar adalah singa, yang biasanya dijuluki “si raja hutan”, sebab singa merupakan predator kuat yang menduduki paling atas dari piramida makanan. Namun, sekalipun singa adalah “raja hutan”, hewan tersebut tidak berani menyerang mangsanya yang berada dalam kelompok.


Salah satu taktik singa dalam berburu adalah menyerang hewan buruannya yang berada jauh dari kelompoknya. Para singa terus mengamat-amati, apakah ada dari hewan buruannya tersebut yang berada jauh dari kelompoknya. Jika ada, singa akan menyerangnya dan berusaha menjauhkannya dari kelompoknya. Hal ini bertujuan agar mangsanya tersebut tidak bisa datang berlindung pada kelompoknya, dan kelompoknya tidak bisa mendekat dan menolong kerabatnya tersebut, sehingga mangsanya tersebut lebih gampang ditakhlukan oleh singa.


Dalam kehidupan orang percaya, kita hidup dalam persekutuan (gereja, KTB, Komsel). Dan itu adalah hal yang baik karena di situ kita akan saling menguatkan iman kita. Misalkan ada saudara kita yang berada dalam pergumulan kita bisa memberinya kekuatan agar dia bisa melewati pergumulan tersebut.
Namun, dalam persekutuan terkadang ada hal yang membuat kita tidak mau datang ke persekutuan (malas, KTB membosankan, rasa bersalah terhadap saudara persekutuan, dll). Hal inilah yang bisa dimanfaatkan Iblis untuk menjatuhkan iman kita sebagai orang percaya. Sama halnya dengan singa dan hewan buruannya tersebut. Jika kita jauh dari persekutuan, kita akan lebih rentan untuk diserang Iblis.
SADARLAH DAN BERJAGA-JAGALAH! LAWANMU, SI IBLIS, BERJALAN KELILING SAMA SEPERTI SINGA YANG MENGAUM-AUM DAN MENCARI ORANG YANG DAPAT DITELANNYA. (1 PTR 5:8)
Karena itu, apapun yang terjadi, kita tidak boleh jauh dari persekutuan. Dan kita saling memperhatikan dengan saudara KTB kita, jika ada dari mereka yang mulai menjauh dari persekutuan.
JANGANLAH KITA MENJAUHKAN DIRI DARI PERTEMUAN-PERTEMUAN IBADAH KITA, SEPERTI DIBIASAKAN OLEH BEBERAPA ORANG, TETAPI MARILAH KITA SALING MENASIHATI, DAN SEMAKIN GIAT MELAKUKANNYA MENJELANG HARI TUHAN YANG MENDEKAT. (IBR 10:25)
Namun dari pada itu, janganlah menggantungkan pertumbuhan iman kita pada persekutuan saja. Tetapi secara pribadi, kita juga harus membangun hubungan pribadi dengan Tuhan (HPDT), misalnya melalui doa, bible reading, dan saat teduh. Karena dari Tuhan semata pertumbuhan Rohani itu berasal. ( 1 Kor 3:6-7)

SURAT CINTA DARI BAPA

Surat cinta Allah Bapa – sebuah sebuah surat cinta yang dalam dari Allah Bapa

Blessedday4us's Blog

disalin dari YouTube :

Father’s Love Letter– an intimate Love Letter  from Father God

Anakku,

Engkau mungkin tidak mengenal Aku,

tetapi Aku mengenal segala sesuatu tentang dirimu (Mazmur 139:1)

Aku tahu kalau engkau duduk atau berdiri (Mazmur 139:2)

Aku mengerti segala jalanmu (Mazmur 139:3)

Setiap helai  rambut kepalamu

terhitung semuanya (Matius 10:29-31)

Karena engkau diciptakan dalam gambar dan rupaku (Kejadian 1:27)

Di dalamKu engkau hidup,

engkau bergerak dan engkau ada

sebab engkau ini adalah keturunanKu (Kisah Rasul 17:28)

Aku mengenal engkau

sejak sebelum engkau ada dalam kandungan (Yeremia 1:4-5)

Aku memilih engkau dari semula,

sebelum Aku menciptakan segalanya (Efesus 1:11-12)

Engkau ada bukan karena suatu kesalahan

karena hari-harimu ada tertulis dalam kitabKu (Mazmur 139:15-16)

Aku telah menentukan waktu yang tepat

untuk kelahiranmu

dan di mana engkau akan hidup (Kisah Rasul 17:26)

Kejadianmu dahsyat dan ajaib

karena aku menenun engkau

dalam kandungan ibumu (Mazmur 139:13-14)

dan mengeluarkan engkau

pada hari engkau…

Lihat pos aslinya 461 kata lagi

Film I, Frankestein (Ordo Gargoyle)

I-Frankenstein

Film I Frankestein berkisah tentang seorang mahluk yang merupakan gabungan dari 8 mayat yang dihidupkan oleh seorang dokter gila yang bernama Frankestein, meskipun mahluk ini hidup tapi ia tidak mempunyai jiwa, sebab ia adalah mayat yang dihidupkan oleh manusia.
Dalam film ini monster I Frankestein yang bernama Adam diburu oleh Iblis. Si Iblis bermaksud mempelajari bagaimana dokter Frankestein menciptakan mahluk tersebut. Tujuannya adalah untuk menciptakan mahluk lain yang sama dengan Adam untuk menguasai dunia.
Ketika Adam diburu oleh Iblis, ia diselamatkan oleh Ordo Gargoyle. Ordo Gargoyle adalah mahluk yang dipimpin oleh ratunya yang bernama Leonore, dan Ordo ini bergerak di bawah komando Malaikat Mikael.

I-Frankenstein-2
Fokus dari tulisan saya kali ini bukanlah monsternya dokter Frankestein, tapi Ordo Gargoyle. Ordo ini merupakan mahluk suci, dan tugas suci mereka adalah berperang melawan Iblis. Karena mereka adalah mahluk suci, mereka tidak takut untuk mati. Sebab, kesucian mereka sudah menjamin mereka akan naik ke Surga setelah mati, itu sebabnya dalam film tersebut mereka mati-matian bertarung melawan Iblis sekalipun jumlah Iblis jauh lebih banyak.
Dalam hidup mereka ada 2 pilihan, pertama hidup di dunia dengan menjalankan misi (berperang melawan Iblis) atau mati dan naik ke Surga.
Hal ini juga sama seperti dalam kehidupan Kristen, kita adalah manusia yang telah disucikan oleh darah Kristus, dan itu menjamin kita akan naik ke Surga. Oleh karena itu, kita tidak perlu takut untuk menjalankan misi Kristus dalam dunia ini.
Memang lebih menguntungkan jika kita mati saja dan kemudian masuk surga, namun perlu diingat bahwa kita juga memiliki tugas dalam dunia ini (Kej 1:28, Mat 28:19-20).

Yang perlu kita lakukan adalah tetap menjalankan misi di dalam dunia sesuai karunia yang Tuhan telah berikan, dan menghasilkan buah-buahnya bagi Tuhan. Dan lagi yang terpenting adalah jangan pernah takut mati karena menjalankan misi Kristus.
Tuhan memberkati…

Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. -Filipi 1:21