Filsafat Metafisika(Sharing tugas kampus)

Kali ini saya akan membagikan salah satu tugas kampus saya dalam bentuk  makalah  untuk mata kuliah Filsafat & Logika. Makalah ini memang sudah lama saya buat, namun baru saya sempat share kali ini, maklum saya lagi (sok) sibuk (hehe). Makalah saya kali ini berjudul “Filsafat Metafisika”, berhubung makalah yang saya buat ini dengan cara kopas dari halaman internet maka isi makalahnya saya tidak bisa tampilkan di entri ini, soalnya takut kena Pandanya Mbah Google. Untuk itu, saya hanya berikan sedikit gambaran mengenai filsafat metafisika, untuk makalah lebih lengkapnya, silahkan lihat di sini. Dalam makalah ini, poin-poin yang saya bahas adalah pengertian metafisika, sejarah metafisika, manfaat filsafat metafisika bagi pengembangan ilmu, klasifikasi metafisika, beberapa tafsiran metafisika, dalil pembuktian Tuhan, menurut kosmologis Aristoteles, dalil teleologis, dalil etis menurut I. Kant, filosof yang menentang metafisika, filsuf pembela metafisika, objek metafisika, dan metafisika dan ilmu pengetahuan.
Metafisika berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri atas dua kata yaitu meta dan pysika. Meta artinya sesudah atau dibalik sesuatu dan pyisika artinya nyata, kongkrit yang dapat diukur oleh jangkauan panca indera. Eksistentsinya dibalik sesudah fisik perlu dikaji. Istilah metafisika diketemukan Andronicus pada tahun 70 SM ketika menghimpun karya-karya Aristoteles, dan menemukan suatu bidang diluar bidang fisika atau disiplin ilmu lain. Ilmu untuk mengkaji tentang sesuatu dibalik yang fisik atau sesuatu sesudah yang fisik disebut ontology.
Filsafat metafisika merupakan cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal dan hakekat objek yang ada di dunia. Di dalamnya, menjelaskan mengenai studi keberadaan atau realitas. Seperti Apakah sumber dari suatu realitas? Apakah Tuhan ada? Apa tempat manusia di dalam semesta? Ahli metafisika juga berupaya memperjelas pemikiran-pemikiran manusia mengenai dunia, terasuk keberadaan, kebendaan,sifat, ruang, waktu, hubungan sebab akibat, dan kemungkinan.
Pokoknya seru deh kalo belajar tentang metafisika, dalam metafisika yang dipikirkan adalah penjelasan mengenai adanya sesuatu secara rasional dan itu tidak terbatas ruang dan waktu, jadi pemikirannya terkadang bentrok dengan konsep Teologi(ilmu tentang Tuhan), tapi bagi saya agama hanya kepercayaan saja dan tidak perlu rasionalitas adanya Tuhan, meskipun begitu saya tetap bisa berpikir agar agama yang saya anut bisa saya terima dengan rasio. Semoga bermanfaat membaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s