Pengalaman OSPEK dan tips

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya ketika menjalani orientasi mahasiswa baru a.k.a Ospek. Berhubung saya sudah 2 kali mengikuti ospek, mungkin pengalaman saya ini akan berguna bagi kalian yang mau memasuki perguruan tinggi. Saya juga akan berikan sedikit tips dalam menjalani Ospek kampus di akhir postingan.
Pengalaman ospek pertama saya adalah tahun 2011, ketika itu saya baru lulus SMA, tapi ingatan saya akan ospek saat itu masih segar. Saya mendaftar di salah satu fakultas kesehatan masyarakat di universitas swasta di Makassar (maaf saya tidak bisa menyebutkan kampus mana soalnya jangan sampai ada yang google mengenai ospek di kampus tersebut).
Beberapa hari setelah saya diterima di perguruan tinggi tersebut, saya mengikuti pra-ospek, di pra-ospek ini kami mendapat pengarahan mengenai apa yang harus dibawa pada saat ospek nanti, kalau gak salah itu cuma 2 hari. Pada perguruan tinggi ini, orientasi mengarahakan mahasiswa untuk menjadi mahasiswa organisatoris (maklum yang ngospekin anak2 organisatoris).
Akhirnya saya mengikuti ospek. Ospek di bagi menjadi 2 bagian, bagian pertama ospek indoor, ini berupa pemberian materi mengenai keorganisasian oleh para senior yang dilakukan di dalam ruangan selama 3 hari. Di sini belum ada serunya soalnya para senior masih ramah sama kami (belum menunjukkan keganasannya J). Kami di suruh duduk dalam suatu ruangan sambil mendengar para senior yang memberikan materi dari pagi sampai hampir malam, hal yang sangat membosankan dan melelahkan L.
Kemudian ospek bagian kedua, adalah ospek outdoor. Kami di bawa ke suatu kampung yang sangat jauh dari kota, saking jauhnya disitu sampai tidak ada yang menjual air botolan, pokoknya beneran kampung banget deh. Tujuan apa? Supaya para senior bebas memplonco kami, dan gak ada yang bisa kabur, dan parahnya ini dilakukan selama 3 hari, saya jamin kalau anda anak mami pasti bakalan nangis. Nah, disinilah bagian serunya dari ospek, pemplocoan habis-habisan. Ini dimulai dari kami di suruh kumpul di suatu tempat yang tidak jauh dari kampus pada pagi hari, barulah sorenya kami bawa ke tempat tersebut dengan menggunakan truk dan baru tiba pada malam hari. Setibanya kami di lokasi ospek, kami disambut para senior dengan kayu di tangan, sambil menggertak kami. Langsung saja kami di berhamburan turun dari truk, dengan barang kami yang masih tertinggal.
Kami disuruh berbaris menurut kelompok, dan ketika mulai dekat tengah malam, kami mulai kegiatan jelajah hutan. Satu persatu dari kelompok mulai memasuki hutan, kami melakukannya dengan berbaris sambil sambil memegang anggota yang lain, berani lepasin teman samping kamu, siap-siap saja hilang di tengah hutan.
Yang paling menjengkelkan saat itu adalah ketika kami disuruh merayap disungai, sudah basah kena air sungai, diciprat lagi sama senior yang disekeliling kami. Kami emosi sekali saat itu. Sehingga ada teman maba yang hendak melawan senior saat itu. Sepulangnya dari jalajah hutan, air botolan kami dicuri, awalnya kami mengira hal itu dilakukan oleh kelompok lain, saat kami tanyakan ke kelompok lain ternyata mereka juga mengalami hal tersebut, oh dan ternyata yang mencuri air kami adalah senior kami sendiri. Jadi mau tidak mau kami harus minum air parit dekat sekitar lokasi kami melakukan ospek.
Itu merupakan bagian awal dari ospek outdoor saya, masih banyak kejadian menjengkelkan namun seru yang saya tidak bisa tuliskan kronologinya. Seperti ditendang, disuruh joget, saling cium bau ketek atau sampai muka dioles kototan sapi (kata seniorku itu masker penghilang jerawat).
Kami mengalami hal tersebut selama 3 hari. Ketika ospek berakhir, akhirnya para senior dan maba saling memaafkan, sampai peluk-pelukan. Hahaha, padahal sebelumnya diplonco habis-habisan, pintar juga tuh senior, puas memplonco kami baru minta maaf.
Next, tahun berikutnya karena merasa tidak cocok dengan jurusan yang saya ambil saat itu, saya memutuskan untuk pindah kuliah, saya mengikuti SNMPTN dan tembus di fakultas kedokteran di salah satu universitas negeri. Seperti yang pertama, saya tidak bisa menyebutkan kampus saya soalnya jangan sampai ada yang google mengenai ospek di kampus saya, apalagi ini adalah satu-satunya kampus kedokteran di kota ini.
Ospek di kampus baru saya ini, tidak separah ospek sebelumnya. Palingan Cuma dibentak-bentak atau disuruh bikin posisi aneh yang bikin tangan dan kaki pegal-pegal. Dan ini dilakukan 2 hari saja. Jika ospek kampus sebelumnya maba diarahkan untuk organisatoris, pada ospek di kampus ini maba diarahkan untuk menjadi mahasiswa akademis.
Karena pengalaman dari ospek sebelumnya, saya tidak terlalu kaget dengan ospek di kampus ini, palingan kalo senior marah-marah saya Cuma senyum-senyum saja, karena saya tahu kalau mereka pura-pura marah, tapi hal tersebut sepertinya membuat senior saya marah betulan J. Jadi saya usahakan tahan senyum saja. Hahaha
Pengalaman yang paling saya ingat dari ospek ini adalah pada bagian akhir dari ospek ketika medical night, kami disuruh satu per satu memasuki lab anatomi yang berisi mayat awetan alias cadaver untuk mengambil permen di sekitar cadaver tersebut dan itu dilakukan pada malam hari. Sempat bikin saya kaget ketika seorang senior saya berpura-pura jadi kuntilanak, jantung saya berdetak sangat cepat sampai terasa panas sampai di kepala. 
Okey, dari pengalaman ospek yang saya pernah jalani, berikut tips yang bisa saya berikan:
1.       Sebelum hari kegiatan Ospek dimulai, jangan sampai kamu terlihat sombong di mata senior. 
2.       Jangan pernah melakukan kesalahan sekecil apapun. Tau sendirikan kenapa. Gak salah saja di omeli apalagi salah.
3.       Jangan pernah takut ketika senior marah kepada kamu, karena sebenarnya mereka hanya berpura-pura saja. Jangan sekali kali menangis karena mereka malah akan mempermalukan kamu, atau senyum, ini bisa membuat mereka emosi betulan dan melakukan sesuatu yang bikin kamu repot. Jadi kalo kamu mendapat marah, cool aja, mereka juga bakalan bosan sendiri kalo lihat kamu tidak ada tanggapan dan gak lama langsung  cabut dari hadapan kamu.
4.       Lakukanlah apa saja yang diperintahkan oleh senior (selama permintaan mereka wajar), meskipun itu hal yang memalukan. Jika kamu tidak melakukannya kamu dianggap salah dan akibatnya kembali ke poin 2.
5.       Jangan sampai kamu mendapat cap yang tidak baik dari senior, karena pada saat mereka sedang marah, kamu yang menjadi sasaran kemarahan mereka.
6.       Jangan pernah mengikuti ospek yang dilakukan di luar kota (seperti di hutan), karena kamu akan diplonco habis-habisan di tempat itu, atau bahkan sampai mendapat kekerasan fisik. Seperti pengalaman ospek saya yang pertama di atas.
7.       Jangan memasukkan barang yang tidak penting ke dalam tas. Seperti: make-up, sisir, cermin, atau kondom J. Karena biasanya para senior akan membongkar tas kamu, dan barang-barang tersebut akan mempermalukan kamu.
8.       Jika senior menyuruh kamu untuk tidak membawa uang atau HP, saya sarankan bawa saja namun diletakkan ditempat paling tersembunyi, karena kedua benda tersebut sangat penting. Namun, jika ketahuan resiko ditanggung sendiri. 
Mungkin itu saja yang saya bisa bagikan dari pengalaman ospek yang pernah saya jalani, semoga bermanfaat.
fkm uit 
fk uncen )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s