Saya bukan aneh tetapi unik

Pernahkan anda merasa ­­mempunya sesuatu yang lain dari diri anda jika dibandingkan dengan orang lain? Atau pernahkah anda merasa paling aneh  dari teman-teman anda?

Setiap manusia di dunia mempunyai bakat, kepribadian, dan ciri khas yang berbeda-beda, tergantung talenta yang diberikan Tuhan. Mungkin itu berupa warna kulit dan rambut, sifat, bakat, dan lain-lain. Hal inilah yang membuat keanekaragaman dalam kehidupan sosial manusia. Dalam keanekaragaman tersebut pasti ada satu karakter yang menjadi mayoritas. Karakter yang menjadi mayoritas tersebut akan menjadikan patokan kewajaran dalam kehidupan sosial contohnya saja orang bertangan kidal akan dianggap aneh oleh orang orang bertangan tidak kidal sehingga muncul anggapan dalam masyarakat bahwa orang bertangan kidal “tidak normal (aneh)” dan orang bertangan tidak kidal “normal”.

Saya juga pernah mengalami hal semacam ini. Saya adalah seorang yang berkepribadian introvert, apa itu introvert? Cari sendiri di google. Kepribadian ini membuat saya suka menyendiri dan memilih diam saat berada di keramaian. Dari SD teman-teman saya mencap saya sebagai pendiam dan mungkin saja mereka melihat saya sebagai orang yang aneh soalnya saya sering terlihat diam saat berada di kelas, bahkan salah satu teman SMA saya pernah berkata kalau saya adalah pendengar sejati.

Saya berusaha untuk menjadi orang yang ekstrovert yang merupakan kepribadian mayoritas banyak orang. Semakin saya mencoba untuk menjadi ekstrovert, semakin saya merasa tidak nyaman dan akhirnya saya berhenti melakukannya. Tapi itu membuat saya seperti orang yang aneh dari kebanyakan orang dan membuat kepercayaan diri saya menurun saat bersosialisasi.

Setelah saya dewasa, saya menyadari akan keintrovert-an saya dan saya mencari tahu, ternyata introvert bukanlah sesuatu yang aneh, mungkin orang akan menganggap introvert adalah sesuatu yang aneh karena introvert adalah kepribadian minoritas di dunia, bahkan saya pernah membaca, budaya barat khususnya di Amerika orang introvert dianggap mengalami gangguan sosial.

Akhirnya saya menyadari bahwa kepribadian saya tersebut adalah normal. Jika sebelumnya saya menganggap diri saya aneh, sekarang malah sebaliknya saya merasa bangga. Baik introvert maupun ekstrovert punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Tidak ada yang salah dari talenta yang diberikan Tuhan kepada kita, jika talenta kita terlihat berbeda dari kebanyakan orang, kita bukan aneh tapi UNIK.

Bersyukurlah dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita. Jika anda mempunyai bakat dalam bidang akademis jangan hanya terlihat keren malah memaksakan diri untuk menjadi olahragawan atau sebaliknya. Itu hanya membuat anda tidak nyaman atau malah tidak berprestasi.

3 thoughts on “Saya bukan aneh tetapi unik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s