Kenikmatan dunia yang ternyata sangat sebentar

Saya melihat banyak orang yang tidak mau ketinggalan dengan setiap kenikmatan  duniawi setiap masa hidupnya. Terutama adalah anak muda, yang memanfaatkan waktu mudanya untuk bersenang-senang (mencari pleasure).

Pada tulisan ini, saya akan membukakan bahwa pada hakikatnya kenikmatan duniawi hanya sebentar.

Misalkan saja umur anda adalah 80 tahun. Dari sudut pandang duniawi itu adalah umur yg lumayan panjang. Dalam pola pikir orang duniawi: “waktu di dunia adalah kesempatan untuk bersenang-senang, biar saja setiap dosa terjadi pada saat menikmati kenikamatan duniawi tersebut, yang penting fun, tidak apa-apa tidak masuk surga, yang penting hidup dengan penuh kenikmatan di dunia, puaskan kenikmatan hidup sebelum mati.”

Benarkah 80 tahun adalah waktu yang lama untuk bersenang-senang?

Misalkan saja jarak rumah anda ke kampus atau tempat kerja adalah 20 KM. Bukankah itu adalah jarak yang sangat jauh?

Sangat jauh?? Bagaimanakah dengan jarak rumah anda ke bulan? Atau bagaimana jarak rumah anda bintang, bukankah lebih jauh lagi? Ternyata jarak 20 KM sangat dekat dibandingkan dengan jarak-jarak tersebut.

Begitu pun dengan umur anda yang HANYA 80 TAHUN, itu adalah sangat singkat dibandingkan dengan kehidupan KEKAL di dalam Yesus Kristus.

Mengikut Yesus dan hidup menderita di dunia karena-Nya, jauh lebih berharga dibandingkan dengan kenikmatan duniawi yang hanya sebentar. Karena sekalipun menderita, ada jaminan kehidupan kekal di surga bersama-Nya.

 

Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus. (Filipi 3:8)

 

Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata. (Ibrani 12:16-17)

Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.  (1 Petrus 5:10)

Semoga memberkati. Syalom..

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s